Panen PM-AAS Di Kedungsugih: Hasil Riil Tembus 9,77 Ton Per Hektare!
Tegal - Setelah tanam padi metode PM-AAS pada Juli lalu, petani Desa Kedungsugih, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal kini memanen hasilnya. Panen (27/10/26) dihadiri BRMP Jawa Tengah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal, BPS Kabupaten Tegal, unsur Kecamatan Pagerbarang, penyuluh, dan kelompok tani.
Panen riil di lahan PM-AAS seluas 4.500 m² menghasilkan 4,37 ton gabah, setara 9,77 ton per hektare. Biasanya petani panen sekitar 6 ton/ha, sekarang produktivitasnya naik 62,83%. Hasil ini diraih walaupun tanaman sempat kekurangan air saat kemarau.
Potensi pertambahan penerimaan petani sekitar Rp29 juta per hektare, sebelum dikurangi tambahan biaya herbisida dan pupuk. Asumsi tersebut didapat dengan harga gabah sekitar Rp7.700/kg, dari gabah sekitar 3,77 ton.
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tegal menyebut luas tanam PM-AAS di Kedungsugih sudah mencapai sekitar 95 hektare. Dinas berkomitmen mendampingi petani bersama penyuluh di 18 kecamatan, dan berharap perbaikan bendung segera rampung agar air cukup untuk MT-1 dan MT-2.
Seorang petani bersaksi hasil di lahan garapannya naik dari 8 kuintal menjadi sekitar 15 kuintal. Lainnya, menyampaikan bahwa walaupun masih percobaan, ternyata berhasil.
Kabupaten Tegal menargetkan sekitar 7.500 hektare tanam PM-AAS sampai Desember 2026. Bantuan benih 70 kg/ha juga sudah diajukan.