Overview

Secara historis, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Tengah telah mengalami beberapa kali perubahan kelembagaan. Pada awalnya, lembaga ini dibentuk sebagai Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Ungaran. BPTP Ungaran dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 798/Kpts/OT.210/1994 tanggal 13 Desember 1994. 

BPTP Ungaran berubah nama menjadi BPTP Jawa Tengah yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Mentan Pertanian No.350/Kpts/OT.210/6/2001 tanggal 14 Juni 2001. Selanjutnya, seiring transformasi Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian menjadi Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP), BPTP Jawa Tengah beralih menjadi Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Jawa Tengah sebagaimana diatur dalam Permentan Nomor 13 Tahun 2023. 

Selanjutnya BSIP (Badan Standardisasi Instrumen Pertanian) resmi bertransformasi menjadi BRMP (Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian) mulai 2025. Perubahan ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 192 Tahun 2024 dan Permentan Nomor 10 Tahun 2025 untuk mempercepat modernisasi, mekanisasi, dan hilirisasi pertanian, serta mendukung swasembada pangan melalui teknologi inovatif.

Kemudian sesuai dengan Permentan Nomor 39 Tahun 2025 tentang peraturan mengenai perubahan kedua atas Permentan Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian, maka Balai Penerapan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah resmi bertransformasi menjadi Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Jawa Tengah yang berkedudukan di Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

BBRMP Jawa Tengah memiliki 3 Instalasi Pengujian dan Penerapan Modernisasi Pertanian (IP2MP) berfungsi sebagai show window, pelestarian SDG, UPBS, Lokasi magang/PKL/Penelitian yaitu IP2MP Batang, IP2MP Magelang dan IP2MP Ungaran. 

  • IP2MP Ungaran, berlokasi di Jl. BPTP no. 40, Sidomulyo – Ungaran. Di sini terdapat laboratorium penguji (terakreditasi ISO 17025:2017), laboratorium kultur jaringan, UPBS Ayam KUB, dan kearsipan.
  • IP2MP Batang berada di Desa Depok, Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, mempunyai lahan seluas 5 hektar, lahan sawah seluas 4,5 hektar dimanfaatkan sebagai lahan UPBS padi dan kegiatan lainnya.
  • IP2MP Magelang terletak  Jl. Kyai A'raf, Krajan, Bandongan, Magelang, Menempati lahan seluas 2 hektar yang dimanfaatkan sebagai UPBS padi dan UPBS ayam Sensi serta show window kegiatan lainnya.

 

 

Makna Logo Agro Modern

Desain Agro Modern mengandung makna yang mendalam dan simbolisme yang jelas untuk menggambarkan visi dan misi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian

  • Bentuk daun segi empat yang menghadap ke atas melambangkan pertumbuhan, keberlanjutan, dan kemajuan yang terus menerus dalam dunia pertanian. Daun sebagai simbol alam, merujuk pada ekosistem pertanian yang subur dan berkembang. Bentuk segi empat mencerminkan dasar yang kokoh dan sistematis dalam pencapaian tujuan pertanian modern.
  • Huruf BRMP yang terbentuk dari grafis menegaskan peran Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian dalam merencanakan dan mengembangkan berbagai sektor pertanian. Ini menggambarkan fungsi BRMP dalam mengawasi dan memperkuat keempat komoditas utama pertanian Indonesia: Tanaman Pangan, Perkebunan, Peternakan, dan Hortikultura. Setiap komponen yang terintegrasi dalam desain ini juga mencerminkan koordinasi dan sinergi yang kuat antar sektor-sektor tersebut.
  • Warna hijau yang dominan dalam desain ini, melambangkan kemakmuran, kesuburan, dan keberlanjutan sektor pertanian Indonesia. Hijau juga mencerminkan harapan untuk masa depan pertanian yang semakin maju dan sejahtera, serta ekosistem pertanian yang seimbang dan ramah lingkungan.
  • Penggunaan warna emas memiliki simbolisme yang kuat dalam mencapai Pertanian Indonesia Emas 2045. Emas menggambarkan visi jangka panjang untuk mencapai swasembada pangan yang maju, mandiri, dan modern. Warna ini juga mengandung makna prestasi, kemakmuran, dan kemajuan yang ingin dicapai oleh BRMP dalam upaya mewujudkan Indonesia yang lebih sejahtera di sektor pertanian.
  • Kalimat "AGRO MODERN" dengan warna biru tua memberikan kesan stabilitas, profesionalisme, dan kepercayaan. Biru tua sebagai warna yang elegan dan kuat menghubungkan desain dengan aspek teknologi dan modernisasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.
  • Penggunaan font Gotham Black menegaskan kekuatan dan keandalan dari Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian dalam melaksanakan tugasnya. Font yang bold dan modern ini menekankan keseriusan lembaga dalam menjalankan visi misinya.

 

Secara keseluruhan, logo ini mencerminkan komitmen BRMP untuk mengawal kemajuan pertanian Indonesia menuju swasembada pangan yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. Desain yang menggabungkan elemen-elemen alam dan teknologi ini melambangkan harmonisasi antara kemajuan zaman dan keberlanjutan sektor pertanian yang menjadi dasar kemakmuran bangsa.