Panen Bersama PM-AAS Brebes : Produktivitas Naik 38,71%
Brebes - BRMP Jawa Tengah bersama Dinas Pertanian Kabupaten Brebes, BPS Kabupaten Brebes, penyuluh, dan kelompok tani menggelar Panen Bersama dan Temu Lapang padi metode PM-AAS (Pertanian Modern - Advanced Agricultural System) (27/10/26).
Hasil ubinan di lahan percontohan mencapai 10,1 ton per hektare. Hasil riilnya sekitar 8,6 ton/ha, karena sebagian tanaman sempat rebah. Sebagai pembanding, hasil biasa petani pada musim tanam yang sama 6,2 ton/ha. Artinya, produktivitas naik 38,71%. Percontohan ini sudah berjalan dua musim, dan panen musim pertama sebelumnya menghasilkan sekitar 9,1 ton/ha.
Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, menyampaikan bahwa tambahan hasil ini memberi tambahan keuntungan sekitar Rp13 juta per hektare setiap musim. Biaya tanam dengan tabela sekitar Rp650 ribu/ha, sedangkan tanam manual Rp1,6–2 juta/ha.
Petani kooperator merasakan hasilnya naik dari 5,5 ton menjadi 8 ton per hektare berkat pendampingan BRMP Jawa Tengah. Ia berharap petani yang menerapkan PM-AAS di MT-1 bertambah dari 3 orang menjadi 30 orang. Tenaga tanam bisa berkurang dari sekitar 20 orang, menjadi cukup 2 orang, dan selesai dalam sehari. Hasil panennya naik dari biasanya 36–39 karung menjadi 46 karung.
Tantangannya : tanaman tampak kurang meyakinkan di bulan pertama, gulma harus dikendalikan, dan tanaman yang rapat lebih berisiko terserang kresek.
BPS Kabupaten Brebes menjelaskan pencatatan produksi padi lewat survei KSA, ubinan, dan konversi gabah ke beras. Harapannya, lahan PM-AAS ikut tercatat sebagai peningkatan produksi.
Sampai Desember 2026, Jawa Tengah menargetkan 138.284 hektare tanam PM-AAS, termasuk sekitar 8.941 hektare di Kabupaten Brebes. Usulan bantuan benih (CPCL) juga sudah disampaikan.