Wabup Rembang Apresiasi Penerapan PM-AAS di Mojorembun
Kaliori - Penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS) yang merupakan program akselerasi tanam padi dari Kementerian Pertanian RI di Kabupaten Rembang terus dikembangkan. Kali ini, di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, menjadi lokasi uji coba inovasi "olah lahan langsung tanam" (15/09/26).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menjelaskan bahwa dengan bibit hasil perbanyakan sistem jajar legowo, sekali tanam berpotensi menghasilkan hingga 10 ton per hektar.
Hasil yang jauh melampaui pola tanam biasa yang hanya 6–7 ton dan butuh 3 kali musim tanam. Ketersediaan air yang baik di MT1 dan MT2 menjadikan Rembang lokasi yang sangat cocok untuk penerapan teknologi ini.
Kepala BRMP Jawa Tengah, Arif Surahman, memaparkan bahwa PM-AAS mengadaptasi praktik pertanian maju dari Delta Arkansas, Amerika Serikat, yang kini telah disesuaikan dengan kondisi Indonesia. Pola tanam rapat berbaris (legowo 41/61) yang mampu menaikkan populasi tanaman hingga 1–1,2 juta per hektar, tiga kali lipat dari sistem tegel manual.
Secara nasional, target program ini mencapai 1 juta hektar hingga Desember, dengan alokasi 138.284 hektar untuk Jawa Tengah dan 2.076 hektar untuk Kabupaten Rembang yang kini telah mengajukan CPCL bantuan benih seluas 2.233 hektar.
Mewakili Pemkab Rembang, Wakil Bupati Mochamad Hanies Cholil Barro' menyampaikan apresiasi atas dukungan Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Pertanian RI dalam mendorong inovasi dan modernisasi pertanian di daerahnya, serta optimistis keberhasilan uji coba di Mojorembun dapat direplikasi ke desa-desa lain.
Melalui sinergi pusat, provinsi, dan kabupaten, semangat modernisasi pertanian terus digelorakan demi petani yang lebih sejahtera dan produktif.