Si Jumbo dari Magelang, Kelapa Upat-upat
Magelang - Salah satu display yang menarik pengunjung pada Pekan Agro dan Digitalisasi Inovasi Pertanian (PADI) 2025 adalah Kelapa Upat-upat. Kelapa berukuran besar ini, adalah varietas unggul lokal milik Pemkab Magelang, Jawa Tengah. Kelapa tersebut, dikembangkan di Desa Banyuadem, Kecamatan Srumbung, merupakan plasma nutfah wilayah yang berada di lereng Gunung Merapi.
Kelapa ini sudah mendapatkan pengakuan berupa Keputusan Menteri Pertanian RI no 31/Kpts./KB.010/E/04/2025 tentang Pelepasan Varietas Upat upat SA sebagai Varietas Unggul Nasional Tanaman Kelapa. Keunggulan utama Kelapa Upat-upat adalah ukuran buahnya yang sangat besar (giant coconut) dan dagingnya yang tebal, sehingga sangat cocok untuk dijadikan kopra. Sebagai varietas unggul nasional, Kelapa ini berpotensi sekali untuk dikembangkan karena memiliki berbagai kelebihan. Salah satunya adalah potensi ekonomi, seperti penjualan kelapa butiran atau pengolahan niranya menjadi gula kelapa.
Beberapa waktu lalu, tim BRMP Jateng, menginisisasi kegiatan perbenihan Kelapa Upat-upat SA, terutama benih kelapa siap tanam (Cikal), maupun benih butiran/gelondong. Mengingat potensi pasar yang besar, perlu adanya kelembagaan perbenihan, yang mewadahi para petani kelapa. Ini penting agar perbenihan kelapa dapat terorganisir dengan baik, dalam proses produksi/sertifikasinya dan dalam memenuhi permintaan pasar. Petani kelapa saat ini, sudah dalam proses pembentukan di dalam wadah koperasi kelapa Upat-upat. Dari segi perbenihan BRMP Jateng menyarankan untuk mengajukan pendaftaran/permohonan sertifikasi benih ke BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih).