Pelatihan Produksi Padi Berbasis Pertanian Modern di Kabupaten Brebes
Brebes - Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah melalui program Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) menyelenggarakan Pelatihan Produksi Padi dengan Pertanian Modern - Advanced Agricultural System (PM-AAS)(14/10/26).
Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Pagojengan, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, dan diikuti oleh 72 peserta yang terdiri atas petani dari wilayah Kecamatan Paguyangan serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Kepala Desa Pagojengan, Suid, A.Ma., alam sambutannya menyampaikan bahwa produksi padi di desanya saat ini mencapai sekitar 7 ton. Ia berharap para petani terus menjaga semangat dan komitmen dalam mendukung penyediaan pangan, sekaligus meningkatkan hasil produksi pertanian. Sedangkan, perwakilan BRMP Jawa Tengah, Restu Hidayah, menjelaskan bahwa pelatihan PM-AAS merupakan salah satu upaya untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman petani mengenai penerapan sistem pertanian modern dalam kegiatan budidaya padi.
Materi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara, bertema "Potensi Pengembangan Metode Tanam Padi PM-AAS". Membahas potensi penerapan metode tanam PM-AAS sebagai salah satu pendekatan untuk mendukung pengembangan usaha tani dan meningkatkan produksi padi di Kabupaten Brebes.
Materi selanjutnya dari BRMP Jateng, Warsana, temanya “Produksi Padi dengan PM-AAS”. Dalam pemaparannya, beliau mengulas penerapan sistem pertanian modern dalam proses produksi padi sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan mendukung kemajuan sektor pertanian.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, memberikan kesempatan kepada peserta untuk menggali informasi lebih mendalam serta berdiskusi mengenai materi yang telah disampaikan.
Melalui pelatihan ini, BRMP Jawa Tengah berharap petani dan penyuluh pertanian dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dalam menerapkan teknologi dan metode pertanian modern.
Sinergi antara petani, penyuluh dan pemerintah daerah diharapkan mampu memperkuat kelembagaan petani, meningkatkan produktivitas padi, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkelanjutan.