Monitoring Antisipasi Kekeringan, Jaga Pertanaman Tetap Produktif
Klaten - Monitoring antisipasi kekeringan dilakukan tim BRMP Jawa Tengah bersama Dr. Akhmad Musyafak, SP, MP ke beberapa wilayah di Kec. Cawas Klaten (05/09/26). Saat kemarau, monitoring kondisi pertanaman dan ketersediaan air menjadi langkah penting untuk mengantisipasi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian.
Kegiatan monitoring dilakukan dengan melihat secara langsung kondisi lahan. Mulai dari pertanaman, jaringan irigasi, ketersediaan sumber air, serta kebutuhan air di tingkat lapangan. Hasil pemantauan menjadi bahan untuk mengidentifikasi wilayah yang berpotensi mengalami kekurangan air sekaligus menentukan langkah penanganan secara lebih cepat dan tepat.
Kondisi di lokasi, saat ini terdapat kurang lebih 500 ha standing crop yang harus dilakukan aksi penyelamatan. Beberapa hal yang harus dilakukan adalah optimalkan pompa dengan memanfaatkan air permukaan, mengusulkan irpom maupun JIAT (jaringan irigasi air tanah) melalui SIPURI.
SIPURI (Sistem Informasi Pengusulan Irigasi) adalah platform digital yang dikembangkan untuk mempermudah proses pengajuan dan verifikasi usulan kegiatan rehabilitasi atau pembangunan jaringan irigasi.