Kepala BRMP Jawa Tengah Pantau Irigasi Perpompaan di Kebumen
Kebumen - Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah beserta tim melaksanakan monev Irigasi Perpompaan (Irpom) (20/10/26) di Kabupaten Kebumen. Pemantauan dilakukan di sejumlah lokasi, di antaranya Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal, dan Desa Pekutan, Kecamatan Mirit.
Bertujuan memantau progres pembangunan, kesiapan operasional, serta potensi pemanfaatan sarana irigasi dalam mendukung ketersediaan air dan peningkatan indeks pertanaman (IP).
Pada lokasi Irpom Tahap I di Desa Blengorkulon, Kecamatan Ambal, pembangunan telah memasuki tahap akhir dengan penyelesaian jaringan listrik agar pompa dapat dioperasikan.
Selama ini, petani setempat umumnya hanya menanam padi satu kali dalam setahun dan memanfaatkan lahan untuk budidaya palawija pada Musim Tanam (MT) II. Adanya Irpom, diharapkan kebutuhan air dapat terpenuhi sehingga pola tanam lebih optimal dan produktivitas pertanian meningkat.
Sementara itu, pembangunan Irpom di Desa Pekutan, Kecamatan Mirit, Kabupaten Kebumen, telah selesai 100 persen dan direncanakan melayani kebutuhan pengairan sekitar 30 gabungan kelompok tani (Gapoktan).
Operasional pompa didukung instalasi listrik berdaya 14.000 watt dengan biaya listrik sekitar Rp200.000 setiap dua minggu. Pengoperasian secara bergantian, dua unit pompa beroperasi sementara dua unit lainnya tidak beroperasi.
Penggunaan tenaga listrik diharapkan menjadi alternatif yang lebih ekonomis dibandingkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM), sehingga dapat menekan biaya operasional pengairan dan meringankan beban petani.
Sebelumnya, petani umumnya melaksanakan dua kali tanam dalam setahun. Dengan dukungan Irpom, frekuensi tanam berpotensi meningkat menjadi tiga kali setahun, bergantung pada ketersediaan air dan pengaturan pola tanam.
Melalui monitoring dan evaluasi ini, BRMP Jawa Tengah terus mendorong optimalisasi pemanfaatan irigasi perpompaan sebagai langkah strategis dalam memperkuat sektor pertanian.
Irpom bukan sekadar menyediakan akses air, tetapi juga membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan frekuensi tanam, mengoptimalkan produktivitas lahan, dan meningkatkan hasil pertanian.