• Jl. Soekarno - Hatta Km.26 No. 10
  • (0298) 5200107, 5200108,
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Regulasi
    • Agenda Kegiatan
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • Rencana Strategis
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Warta
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Deregulasi Kebijakan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
  • Layanan
Thumb
102 dilihat       15 Oktober 2025

Evaluasi Percontohan Pisang ICARE : Lawan Endemik, Raja Nangka Lebih Unggul Dibanding Kepok Tanjung

Brebes – Tiga puluh lima petani pisang program ICARE BRMP Jawa Tengah, di Desa Kedungneng dan Kalibuntu, Kecamatan Losari Kabupaten Brebes mengikuti Evaluasi Percontohan Pisang (14/10/25). Saat ini daerah tersebut termasuk endemik layu fusarium dan layu bakteri. Selain Petani, hadir pula, Kepala BRMP Jateng, Dr. Soeharsono, serta perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Brebes dan narasumber dari BRMP Tanaman Buah Tropika Solok, Sumatera Barat.

Evaluasi kali ini menyoroti hasil percontohan pisang varietas Raja Nangka dan Kepok Tanjung. Hasil panen varietas Raja Nangka, lebih baik, yakni rata-rata 24 kg, bahkan mencapai 32 kg. Produksi ini lebih tinggi dibanding eksisting  petani yang hanya mencapai rata-rara 11,5 kg. Sementara itu, varietas Kepok Tanjung pertumbuhan awal baik, namun terserang layu bakteri (Moko).

Narasumber menjelaskan berbagai faktor penyebab tingginya tingkat serangan OPT, serta menyampaikan strategi pengendalian yang dapat diterapkan untuk menekan penyebaran di masa mendatang. Salah satu fokus utamanya adalah peningkatan kesadaran petani terhadap deteksi dini dan pengendalian OPT Terpadu

Kegiatan diakhiri dengan diskusi interaktif antara petani dan narasumber. Melalui evaluasi ini, maka, para petani dapat memperoleh wawasan baru mengenai pemilihan varietas yang lebih adaptif terhadap kondisi lahan endemik, serta mampu mengembangkan strategi pengendalian OPT guna menghindari kegagalan panen di masa mendatang.

Prev Next

- BRMP Jateng


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    Tanam Bibit, Tuai Ilmu
    04 Feb 2026 - By BRMP Jateng
  • Thumb
    Workshop ICARE 2026 Perkuat Koordinasi dan Akuntabilitas Program
    30 Jan 2026 - By BRMP Jateng
  • Thumb
    DPR Mendorong Sertifikasi Cepat Varietas Lokal Unggul
    29 Jan 2026 - By BRMP Jateng
  • Thumb
    Rakor Pencapaian Produksi Komoditas Pertanian
    28 Jan 2026 - By BRMP Jateng
  • Thumb
    Apresiasi Komite II DPD RI Atas Swasembada Pangan di Jawa Tengah 
    26 Jan 2026 - By BRMP Jateng

tags

ICARE

Kontak

(0298) 5200107, 5200108,
Fax (0298) 5200109
[email protected]

Jl. Soekarno-Hatta No.10
Kec.Bergas, Kab.Semarang
Jawa Tengah 50552
Indonesia

© 2025 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Jawa Tengah. All Right Reserved