Dirjen Hortikultura Dorong ICARE Brebes Jadi Kiblat Inovasi Olahan Pisang
Brebes – Upaya memperkuat ekosistem korporasi petani melalui program Integrated Agricultural Corporation for Adaptive Resilience (ICARE) terus menunjukkan progres signifikan. Hal ini terlihat saat Direktur Jenderal (Dirjen) Hortikultura Kementerian Pertanian melakukan kunjungan kerja ke Bangsal Hortikultura di Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Selasa (24/02/26).
Didampingi oleh Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura (Hilirisasi), Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, serta jajaran terkait, kunjungan ini bertujuan meninjau langsung unit bisnis pengolahan pisang yang dikelola secara korporasi. Menyaksikan langsung, Bangsal Hortikultura Losari kini tidak lagi sekadar menjadi tempat transit komoditas mentah, melainkan pusat diversifikasi produk bernilai tambah tinggi.
Beberapa inovasi yang menjadi sorotan antara lain:
• Keripik Pisang Premium: Olahan pisang dengan standar kualitas tinggi yang menyasar pasar lebih luas.
• Camilan Taro dari Limbah: Pemanfaatan limbah gedebog (batang) pisang yang diolah menjadi camilan renyah, mengubah sisa tanaman menjadi pundi ekonomi baru.
• Kuas Food Grade: Inovasi alat bantu industri makanan ramah lingkungan yang diproduksi dari serat alami, menunjukkan kreativitas dalam pemanfaatan seluruh bagian tanaman pisang.
Dirjen Hortikultura memberikan apresiasi khusus terhadap keberlanjutan operasional di bangsal ini. Ia mencatat bahwa aktivitas di Bangsal Hortikultura Losari jauh lebih hidup dan dinamis dibandingkan dengan beberapa titik serupa di wilayah lain.
"Pemanfaatan alat pengolahan harus dilakukan secara lebih intensif. Kita ingin alat-alat ini bekerja maksimal agar capaian produksi meningkat. Jika hilirisasinya kuat, yang diuntungkan bukan hanya satu pihak, tapi ekosistem luas mulai dari petani, Kelompok Wanita Tani (KWT), koperasi, hingga warga sekitar," ujar Dirjen Hortikultura di sela-sela kunjungan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Brebes menekankan bahwa perspektif baru yang dibawa oleh rombongan kementerian menjadi pemantik semangat bagi petani lokal untuk terus berinovasi. Fokus ke depan adalah memastikan konsistensi kualitas dan perluasan akses pasar bagi produk-produk turunan pisang dari Losari.