Belajar dari Nanggerang: Pisang Barangan Lokal Siap Tembus Pasar
Sukabumi - Tim Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Tengah yang dipimpin Aryana Citra Kusumasari berkunjung ke Gapoktan Sejahtera (24/09/26) Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi. Tujuannya mempererat kolaborasi dan melihat langsung praktik budidaya komoditas unggulan desa ini.
Rombongan disambut hangat Kepala Desa Nanggerang, Bapak Undang Suwandi, bersama jajaran Mandiri Banana Indonesia. Diskusi berlangsung santai di saung bambu, ditemani pisang barangan dan edamame hasil panen petani setempat.
Desa Nanggerang sudah lama menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi, seperti IPB, UGM, Untirta, Polbangtan, dan Universitas Pakuan. Kini desa ini menjadi pusat pengembangan pisang barangan Jumbo Merah melalui Balitbanglat Agri MBI.
Selain pisang, petani Nanggerang juga menanam kedelai putih, gandum, dan padi, antara lain Inpari 32, Inpari 49, dan Pajajaran. Tujuannya ikut mengurangi ketergantungan pada impor. Pemupukannya memadukan kompos kotoran ternak yang difermentasi dengan pupuk anorganik.
Diskusi juga membahas gagasan mengolah jerami padi supaya tidak dibakar. Jerami bisa dijadikan media jamur merang, bahan bakar, hingga piring dan sendok ramah lingkungan.
Ke depan, BRMP bersama mitra akan menyiapkan sistem rantai pasok digital. Setiap tanaman dicatat sejak anakan, pemupukan, sampai tanggal panen, agar pasokan ke pasar modern dan pasar induk bisa diperkirakan dengan tepat.
Rencana tindak lanjut kunjungan ini:
(1) Uji coba tanam ±50 bibit kultur jaringan dari BRMP di Nanggerang
(2) Bimbingan teknis manajemen bisnis tani, budidaya, pencatatan digital, dan pascapanen
(3) Perluasan lahan kerja sama bersama pemerintah daerah, HKTI, dan instansi terkait