Deflasi Beras Terdalam Sejak Juni 2024!
Jakarta - Harga beras kembali turun pada November 2025. BPS mencatat deflasi beras 0,59%, dengan andil 0,02% terhadap inflasi nasional. Penurunan tertinggi dalam 1,5 tahun terakhir! Stabilnya harga beras ini terjadi di 28 provinsi, sementara 8 provinsi masih alami inflasi dan 2 provinsi lainnya stabil.
Bukan hanya beras, sejumlah komoditas pangan lainnya juga ikut turun dan ikut meredam tekanan inflasi seperti : beras dan cabai merah (masing-masing 0,02%), daging ayam ras (andil deflasi 0,03%) serta telur ayam ras dan kentang (masing-masing 0,01%).
Penurunan harga ini menunjukkan bahwa upaya stabilisasi pangan berjalan efektif:
• Produksi Meningkat
• Penambahan Pasokan
• Intervensi Harga Lebih Tepat
• Kelancaran Distribusi
Dengan deflasi pada berbagai komoditas utama, inflasi nasional makin terkendali menjelang akhir tahun dan memberikan ruang positif bagi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi.
Pernyataan BPS (Pudji Ismartini Deputi Statistik Distribusi & Jasa BPS). "Pada November 2025, beras mengalami deflasi sebesar 0,59% dengan andil 0,02%, terjadi di 28 provinsi. Sementara 8 provinsi mencatat inflasi dan 2 provinsi lainnya stabil. Secara historis, beras mengalami inflasi pada November 2022 dan 2023, namun berbalik deflasi pada 2024 dan 2025, dengan penurunan lebih dalam dibanding bulan sebelumnya."
(Repost FB Kementan)